Iedul Adha

 


Iedul Adha merupakan hari raya umat Islam. Iedul Adha dinamakan juga "Iedul Nahri" artinya hari raya kurban, dinamakan demikian karena untuk memperingati ujian paling berat yang dialami oleh Nabi Ibrahim -Alaihi As-Salam-, yaitu ketika Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah -Subhanahu Wa Taala- untuk menyembelih putranya Ismail -Alaihi As-Salam-. Maka ketika Nabi Ibrahim -Alaihi As-Salam- hendak menyembelih putranya Ismail, Allah -Subhanahu Wa Taala- gantikan dengan domba. Ini merupakan bentuk ketaatan kepada Allah -Subhanahu Wa Taala-.

Dibawah ini merupakan pembahasan ringkas tentang amalan yang sebaiknya dikerjakan ketika hari raya idul adha. Selamat membaca!...

Menghidupkan Malam Hari Raya Idul Adha

  Mengenai hal ini, An Nawawi membawakan hadits berikut:

  Barangsiapa menghidupkan malam hari raya Iedul Adha, hatinya tidak akan mati di saat banyak hati yang mati.

  Tapi, hadits yang beliau bawakan ini, adalah hadits yang dhoif jiddan (Lemah sekali) lebih-lebih Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini adalah hadits palsu (Maudhu).


Bertakbir Selepas Shalat Shubuh Hari Arofah

  Menurut pendapat yang kuat sebagaimana yang dipilih An Nawawi bahwa bertakbir ketika Idul Adha dimulai semenjak Sesudah Shalat shubuh hari Arofah (9 Dzulhijah) sampai habis shalat Ashar pada akhir hari tasyriq (13 Dzulhijah).


Apa Saja Bacaan Takbirnya?

  An Nawawi mengatakan bahwa boleh bertakbir dengan membaca:

  اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ.

  "Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar".

  Dibaca Sebanyak 3 kali berturut-turut. Atau boleh juga diucapkan berulang kali sebanyak kita mampu. Dan boleh juga mengucapkan takbir sebagaimana biasanya orang-orang menghcapkan:

اللّٰهُ أَكْبَرُ اللّٰهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٓهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَاللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الحَمْدُ

   "Allah maha besar, Allah maha besar, tidak ada tuhan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali hanya Allah, Allah maha besar, Allah maha besar, hanya memiliki-Nyalah segala pujian".

  Bacaan ini juga tidak mengapa untuk diamalkan sebagaimana pendapat An Nawawi dan juga pendapat ulama-ulama Syafiiyah lainnya.


Bertakbir Sehabis Selesai Shalat

  An Nawawi mengatakan bahwa mengucapkan takbir disyariatkan sesudah selesai shalat, baik sehabis selesai shalat fardhu, shalat sunnah, shalat jenazah, shalat yang diqodho atau shalat yang bentuknya nadzar. Tetapi apakah wajib bersama-sama mengikuti imam, sebagaimana dalam shalat mengikuti gerakan-gerakan imam? An Nawawi berpendapat bahwa seandainya imam bertakbir sendiri, lalu makmum pun bertakbir, maka yang lebih tepat, makmum tidak harus mengikuti imam sebab kewajiban mengikuti imam hanya ketika sebelum salam. nah kalau sesudah salam maka tidak ada kewajiban mengikuti imam.

Demikianlah Amalan-amalan yang di kerjakan ketika Iedul Adha semoga ini bisa menambah ilmu pengetahuan kita dan dapat menambah amal shaleh kita sehingga diterima disisi-Nya.

"Amin ya rabbal alamin!"

No comments:

Powered by Blogger.
close